Saturday, 7 September 2019

Resensi Buku "Pembelajaran Berbasis Inkuiri"


                                                         Kondusif, Atraktif, Produktif                                                            Oleh : Zulfa Lutfi Anisa
 Description: PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI  METODE DAN APLIKASI
Identitas Buku :
Judul Buku                  : Pembelajaran Berbasis Inkuiri: Metode dan Aplikasi
ISBN                           : 978-602-229-498-6
Penulis                         : Khoirul Anam, M.A.
Penerbit                       : Pustaka Pelajar
Tahun Terbit                : 2016
Jumlah Halaman          : 210 Halaman
Sinopsis:
                Buku ini dihadirkan untuk membantu siswa maupun mahasiswa dalam proses belajar mengajar dalam basis inkuiri. Adapun yang dimaksud dengan pembelajaran berbasis inkuiri adalah suatu metode pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu baik benda, manusia maupun peristiwa secara sistematis, kritis, logis, analitis. Sehingga dalam hal ini yang ditekannkan bukanlah berupa materi pelajaran yang didengar ketika diucapkan, namun sebuah pendidikan yang memerlukan proses, proses dalam mereka memahami dan menemukan penyelesaian suatu masalah dengan sistematis. Adapun tujuan dari pembelajaran berbasis sistematis ini yaitu untuk mendorong siswa semakin berani dan kreatif dalam berimajinasi, karena kita tahu begitu banyak peneman yang yang bermula dari sebuah imajinasi. Dengan metode dan aplikasi pembelajaran berbasis inkuiri ini diharapkan dapat menciptakan suasana belajar mengajar yang kondusif dan produktif dengan melibatkan siswanya untuk terlibat aktif. Adapun hal yang bisa dilakukan untuk mengetahui efektivitas inkuiri dalam proses pembelajaran, salah satunya dengan mengamati berbagai ciri-cirinya. Dalam metode pembelajaran berbasis inkuiri ini mempunyai berbagai tingkatan berdasarkan peran siswa dan gurunya, serta berbagai prinsip dalam menjalankan pembelajaran berbasis inkuiri dengan memperhatikan strategi yang tepat dan efektif.
                Mengenalkan suatu metode pembelajaran merupakan tantangan tersendiri bagi pengajar namun guru tak selayaknya menjelaskan kepada siswa maupun mahasiswanya mengenai pembelajaran berbasis inkuiri ini dari awal sehingga dalam model pembelajaran ini biarkan siswanya yang merasakan perbedaanya sehingga mereka dapat dengan sendirinya menyesuaikan diri., hal ini dapat dilakukan dengan berbagai langkah yang mengacu pada keaktifan siswanya dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran yang ada. Adapun kunci utama dari kesuksesan metode inkuiri ini terletak pada kerlibatan aktif siswa, hal ini menekankan pada aplikasi nyata yang dapat dirasakan oleh siswa dengan artian metode tersebut membutuhkan pengaplikasian yang nyata dan terarah dari siswa maupun gurunya.
            Sebagai sebuah metode dalam proses pembelajaran, inkuiri memerlukan kondisi-kondisi tertentu yang berfungsi sebagai ‘rumah’ bagi penggunaan dan pengembangan metode ini. Kondisi, dalam konteks ini, adalah situasi yang dibangun sedemikian rupa untuk kelancaran dan efektivitas pembelajaran, juga untuk menciptakan kondisi yang baik bagi aplikasi dan implementasi inkuiri. Pembelajaran berbasis inkuiri (PBI) adalah metode pembelajaran yang berorientasi pada tercapaiya dua hal yaitu kondusif dan produktif dengan penekanan keterlibatan siswa secara aktif, yang dapat dilakukan dengan membangun atau mencipakan kultur inkuiri , yaitu suatu keadaan dimana guru dan siswa dapat secara terbuka meminta dan member pendapat atau tanggapan secara matematis, logis, dan analitis. Dalam mengaplikasikan metode inkuiri ini membutuhkan beberapa langkah atau refleksi pada proses pembelajaran yang harus terlibat didalamnya diantara perencanaan (planning), respon dari siswa (retrieving), memproses (processing), menciptakan (creating), berbagi (sharing), evaluasi (evaluating). Inti dari seluruh rangkaian pembelajaran menggunakan metode inkuiri terletak pada proses refleksi, dimana materi pelajaran, proses pembelajaran, dan seluruh perstiwa dalam proses pembelajaran dapat diinternalisasikan sehingga siswa dapat memahmi arti penting dan makna dari pembelajaran berbasis inkuiri ini. Sehingga siswa dapat memiliki sensitifitas tinggi terhadap materi pelajaran maupun kejadian yang terjadi disekitar mereka.
            Agar proses dan hasil dari pembelajaran sesuai dengan kemauan dan kemampuan peserta didik baik guru maupun siswa, serta memiliki hasil yang maksimal, maka pembelajaran berbasis inkuiri harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada. Adapun ketentuan tersebut meliputi lima tahapan pembelajaran yang kesemuanya harus dilakukan secara berurutan, yakni discovery learning, interactive demonstration, inquiry lesson, inquiri lab, dan hypothetical inquiry. Tak hanya itu hal pertama yang perlu kita perhatikan yaitu menumbuhkan rasa penasaran dalam awal pembelajaran. Adapun strategi memulai pelajaran yang tepat yaitu pertama, membuka dengan cerita, kedua berandai-andai, memberikan pertanyaan kepada peserta didik, dan yang terakhir mengadakan diskusi pemantik. Sebagai metode pembelajaran yang menekankan pada keterlibatan aktif siswa, inkuiri menuntut terciptanya suasana belajar yang bukan hanya kondusif, tetapi juga atraktif, dimana siswanya benar-benar tertarik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, yang dapat dilakukan melalui kegiatan untuk meneliti, berdiskusi, dan presentasi.
            Meskipun metode pembelajaran berbasis inkuiri memberikan gambaran dan panduan tentang pola pendekatan dan aktivitas belajar yang menyenanagkan dan kontraktif, namun tidak dapat dipungkiri bahwa metode ini juga memiliki sisi lemah, dimana peserta didik tidak hanya ditekankan untuk mempunyai bekal rasa ingin tahu namun juga perlu kedisiplinan dan determinasi tinggi untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Sehingga sebagai seorang pendidik kita dapat melakukan beberapa cara untuk mengatasi permasalahan tersebut diantaranya dengan memotivasi dan determinasi peserta didik, melakukan pemahaman yang baik terhadap teknik investigasi, membantu siswa untuk terlebih dahulu memahami materi pembelajaran, membuat manajemen aktivitas tidak terduga terlebih ketika siswanya tida merasa tertarik dengan proses pembelajaran yang sedang berlangsung, hal yang dapt dilakukan diantaranya, berusaha mengalihkan perhatian penuh siswa kepada pendidik, serta memberikan variasi untuk mengubah suasana dan aura belajar untuk mengatasi kebosanan peserta didik, agar selalu tekun, dan penuh pertisipasi.
Kelebihan
            Buku yang berjudul “Pembelajaran Berbasis Inkuiri” ini sangat membantu seorang pendidik untuk menciptakan kondisi kelas yang kondusif sekaligus produktif dengan menggunakan metode pembelajaran yang menekannakn pada keaktifan siswanya. Tak hanya itu buku ini juga dilengkapi beberapa tips menanggulangi kegagalan dalam penerapan metode pembelajaran baru ini. Bahasa juga mudah dipahami serta kalimat yang tidak terlalu berbelit sehingga terkesan sangat informatif.
Kekurangan
            Adapun kekurangan dalam buku ini yaitu terdapat beberapa istilah yang kuarang umum dimengerti khalayak umum sehingga perlu mencari srtinya terlebih dahulu sebelum memahami bacaannya.

No comments:

Post a Comment