
Identitas Buku :
Judul Buku : Pembelajaran Berbasis Inkuiri: Metode dan
Aplikasi
ISBN : 978-602-229-498-6
Penulis : Khoirul Anam, M.A.
Penerbit : Pustaka Pelajar
Tahun Terbit : 2016
Jumlah Halaman : 210 Halaman
Sinopsis:
Buku ini dihadirkan untuk
membantu siswa maupun mahasiswa dalam proses belajar mengajar dalam basis
inkuiri. Adapun yang dimaksud dengan pembelajaran berbasis inkuiri adalah suatu
metode pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh
kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu baik benda, manusia
maupun peristiwa secara sistematis, kritis, logis, analitis. Sehingga dalam hal
ini yang ditekannkan bukanlah berupa materi pelajaran yang didengar ketika
diucapkan, namun sebuah pendidikan yang memerlukan proses, proses dalam mereka
memahami dan menemukan penyelesaian suatu masalah dengan sistematis. Adapun
tujuan dari pembelajaran berbasis sistematis ini yaitu untuk mendorong siswa
semakin berani dan kreatif dalam berimajinasi, karena kita tahu begitu banyak
peneman yang yang bermula dari sebuah imajinasi. Dengan metode dan aplikasi
pembelajaran berbasis inkuiri ini diharapkan dapat menciptakan suasana belajar
mengajar yang kondusif dan produktif dengan melibatkan siswanya untuk terlibat
aktif. Adapun hal yang bisa dilakukan untuk mengetahui efektivitas inkuiri
dalam proses pembelajaran, salah satunya dengan mengamati berbagai
ciri-cirinya. Dalam metode pembelajaran berbasis inkuiri ini mempunyai berbagai
tingkatan berdasarkan peran siswa dan gurunya, serta berbagai prinsip dalam
menjalankan pembelajaran berbasis inkuiri dengan memperhatikan strategi yang
tepat dan efektif.
Mengenalkan suatu metode
pembelajaran merupakan tantangan tersendiri bagi pengajar namun guru tak
selayaknya menjelaskan kepada siswa maupun mahasiswanya mengenai pembelajaran
berbasis inkuiri ini dari awal sehingga dalam model pembelajaran ini biarkan
siswanya yang merasakan perbedaanya sehingga mereka dapat dengan sendirinya
menyesuaikan diri., hal ini dapat dilakukan dengan berbagai langkah yang mengacu
pada keaktifan siswanya dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran yang
ada. Adapun kunci utama dari kesuksesan metode inkuiri ini terletak pada
kerlibatan aktif siswa, hal ini menekankan pada aplikasi nyata yang dapat
dirasakan oleh siswa dengan artian metode tersebut membutuhkan pengaplikasian
yang nyata dan terarah dari siswa maupun gurunya.
Sebagai sebuah metode dalam proses
pembelajaran, inkuiri memerlukan kondisi-kondisi tertentu yang berfungsi
sebagai ‘rumah’ bagi penggunaan dan pengembangan metode ini. Kondisi, dalam
konteks ini, adalah situasi yang dibangun sedemikian rupa untuk kelancaran dan
efektivitas pembelajaran, juga untuk menciptakan kondisi yang baik bagi
aplikasi dan implementasi inkuiri. Pembelajaran berbasis inkuiri (PBI) adalah
metode pembelajaran yang berorientasi pada tercapaiya dua hal yaitu kondusif
dan produktif dengan penekanan keterlibatan siswa secara aktif, yang dapat
dilakukan dengan membangun atau mencipakan kultur inkuiri , yaitu suatu keadaan
dimana guru dan siswa dapat secara terbuka meminta dan member pendapat atau
tanggapan secara matematis, logis, dan analitis. Dalam mengaplikasikan metode
inkuiri ini membutuhkan beberapa langkah atau refleksi pada proses pembelajaran
yang harus terlibat didalamnya diantara perencanaan (planning), respon dari
siswa (retrieving), memproses (processing), menciptakan (creating), berbagi
(sharing), evaluasi (evaluating). Inti dari seluruh rangkaian pembelajaran
menggunakan metode inkuiri terletak pada proses refleksi, dimana materi
pelajaran, proses pembelajaran, dan seluruh perstiwa dalam proses pembelajaran
dapat diinternalisasikan sehingga siswa dapat memahmi arti penting dan makna
dari pembelajaran berbasis inkuiri ini. Sehingga siswa dapat memiliki
sensitifitas tinggi terhadap materi pelajaran maupun kejadian yang terjadi
disekitar mereka.
Agar proses dan hasil dari
pembelajaran sesuai dengan kemauan dan kemampuan peserta didik baik guru maupun
siswa, serta memiliki hasil yang maksimal, maka pembelajaran berbasis inkuiri
harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada. Adapun ketentuan tersebut
meliputi lima tahapan pembelajaran yang kesemuanya harus dilakukan secara
berurutan, yakni discovery learning, interactive demonstration, inquiry lesson,
inquiri lab, dan hypothetical inquiry. Tak hanya itu hal pertama yang perlu
kita perhatikan yaitu menumbuhkan rasa penasaran dalam awal pembelajaran.
Adapun strategi memulai pelajaran yang tepat yaitu pertama, membuka dengan
cerita, kedua berandai-andai, memberikan pertanyaan kepada peserta didik, dan
yang terakhir mengadakan diskusi pemantik. Sebagai metode pembelajaran yang
menekankan pada keterlibatan aktif siswa, inkuiri menuntut terciptanya suasana
belajar yang bukan hanya kondusif, tetapi juga atraktif, dimana siswanya
benar-benar tertarik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, yang
dapat dilakukan melalui kegiatan untuk meneliti, berdiskusi, dan presentasi.
Meskipun metode pembelajaran
berbasis inkuiri memberikan gambaran dan panduan tentang pola pendekatan dan
aktivitas belajar yang menyenanagkan dan kontraktif, namun tidak dapat
dipungkiri bahwa metode ini juga memiliki sisi lemah, dimana peserta didik
tidak hanya ditekankan untuk mempunyai bekal rasa ingin tahu namun juga perlu
kedisiplinan dan determinasi tinggi untuk mendapatkan hasil belajar yang
maksimal. Sehingga sebagai seorang pendidik kita dapat melakukan beberapa cara
untuk mengatasi permasalahan tersebut diantaranya dengan memotivasi dan
determinasi peserta didik, melakukan pemahaman yang baik terhadap teknik
investigasi, membantu siswa untuk terlebih dahulu memahami materi pembelajaran,
membuat manajemen aktivitas tidak terduga terlebih ketika siswanya tida merasa
tertarik dengan proses pembelajaran yang sedang berlangsung, hal yang dapt
dilakukan diantaranya, berusaha mengalihkan perhatian penuh siswa kepada
pendidik, serta memberikan variasi untuk mengubah suasana dan aura belajar
untuk mengatasi kebosanan peserta didik, agar selalu tekun, dan penuh
pertisipasi.
Kelebihan
Buku yang berjudul “Pembelajaran
Berbasis Inkuiri” ini sangat membantu seorang pendidik untuk menciptakan kondisi
kelas yang kondusif sekaligus produktif dengan menggunakan metode pembelajaran
yang menekannakn pada keaktifan siswanya. Tak hanya itu buku ini juga
dilengkapi beberapa tips menanggulangi kegagalan dalam penerapan metode
pembelajaran baru ini. Bahasa juga mudah dipahami serta kalimat yang tidak
terlalu berbelit sehingga terkesan sangat informatif.
Kekurangan
Adapun kekurangan dalam buku ini
yaitu terdapat beberapa istilah yang kuarang umum dimengerti khalayak umum
sehingga perlu mencari srtinya terlebih dahulu sebelum memahami bacaannya.
No comments:
Post a Comment