Saturday, 7 September 2019

Krisis Supremasi Hukum


Krisis Supremasi Hukum

            “Indonesia adalah Negara Hukum”, demikianlah bunyi pasal 1 ayat 3 UUD 1945. Adapun yang dimaksud sebagai Negara hukum adalah Negara yang berdiri diatas pijakan hokum untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara (Aloysius R. Entah). Ketentuan ini mengandung makna bahwa segala aspek dalam kehidupan baik dalam lingkup kemasyarakatan, kenegaraan, dan pemerintahan harus senantiasa didasarkan oleh hokum, sehingga dalam hal ini hokum mempunyai kedudukan tertinggi di Indonesia dengan berpijak pada konsep “Negara Hukum yang Berdasarkan Pancasila”. Ketentuan ini mengacu bahwa setiap aturan atau hokum yang berlaku di Indonesia baik dalam masyarakat, kenegaraan, maupun pemerintahan harus memperhatikan berbagai pertimbangan dari sisi sila-sila pancasila, sehingga diharapkan aturan maupun hokum yang berlaku tidak menyimpang dari ideology pancasila. Hal ini yang menjadikan hokum di Indonesia lebih berorientasi pada tercapainya tujuan Bangsa Indonesia.
            Namun pada kenyataannya dewasa ini perwujudan dari teori ini jauh dari kata terlaksana. Saat ini cenderung untuk melanggar, mereka yang dipercaya masyarakat atau rakyat Indonesia saja melanggar bagaimana kami rakyat Indonesia yang hanya bisa berpangku tangan menunggu uluran tangan dari mereka, padahal mereka sedang sibuk membangun rumah mereka sendiri. Mungkin itu semua telah lama dan masih kita rasakan namun apa daya tangan, kaki, raga ini tak sanggup mengubah keadaan, hukum saat ini bukan tentang keadilan namun tentang finansial dan status social semata. Hukum yang cenderung tajam kebawah tumpul keatas, hukum yang tak lagi menindahkan warga negaranya, hukum yang hanya eksistensi belaka, hukum yang tak lagi berpijak pada pancasila, namun tentang hukum yang lebih mengacu pada pemenuhan nafsu dan aturan yang mereka buat sendiri. Sebuah hukum akan terlaksana dengan semestinya karena adanya perwujudan dari masing-masing elemen dalam sebuah Negara, khususnya para aparat penegak hukum yang seharusnya lebih memperhatikan berbagai masalah krusial akibat ketidak tegasan mereka dalam menegakkan hukum di Indonesia. Saat ini begitu banyak berbagai permasalahan maupun kejadian yang menyimpang dari segi hukum mulai dari kasus warga Negaranya sendiri maupun dari pemerintahnya, sayangnya penegak hukum di Indonesia saat ini lebih mengedepankan status social. Oleh karena itu kita tahu Bangsa Indonesia yang katanya dalam kostitusi menyebutkan Indonesia merupakan Negara hukum, sedang mengalami krisis penegakan hukum atau disebut sebagai krisis supremasi hukum yang berdampak bagi kelangsungan Bangsa Indonesia.
            Dalam hal ini kita sebagai Bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi hukum dalam berbagsa dan bernegara sudah sepantasnya menyadari dan memahami kebenaran adanya hukum yang berlaku depankan keadilan tegakkan supremasi hukum. Karena sejatinya suatu perubahan dapat terwujud dengan adanya kesadaran setiap elemen, guna menciptakan keadaan atau kondisi yang bersih dan sesuai dengan aturan atau hukum yag berlaku dalam pencapaian tujuan Indonesia Berdaya. Terlebih sebagai seorang mahasiswa dimana yang menjadi pusat perhatian masyarakay sudah sepantasnya dapat menjadi contoh dan panutan bagi masyarakat sekitarnya.

Student Development Programme (SDP)


SDP (Student Development Programme)

Universitas Negeri Yogyakarta mengadakan berbagai program pengembangan minat dan bakat bagi mahasiswanya melalui SDP dari setiap organisasi mahasiswa yang ada. Adapun SDP Yang saya minati khususnya dalam tingkat fakultas yaitu pertama, SDP Karya Tulis Ilmiah yang terdapat dalam organisasi mahasiswa KSI MIST FMIPA UNY. SDP ini lebih terfokus pada bidang kajian penelitian, kepenulisan ilmiah,dan hal-hal lain yang terkait dengannya, yang tujuannya untuk menciptakan lingkungan akademik dengan iklim keilmuwan yang kondusif dalam upaya membentuk mahasiswa yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berwawasan luas, dan berkepribadian. Serta mendorong dan mengaktifkan kegiatan yang berorientasi pada produktifitas akademik mahasiswa dan berbasis kegiatan ilmiah. Namun dalam programmnaya tak melulu didalam ruangan mereka juga mengadakan suatu observasi yang juga dapat memberikan wawasan baru bagi anggotanya serta dapat pula menjalin relasi sebanyak mungkin karena disini kita juga dilatih untuk salaing bekerja sama atau berkolaborasi dalam menciptakan suatu karya ilmiah maupun suatu inovasi baru. Pada SDP ini setiap anggotanya diharapkan mampu memiliki kedekatan dalam bidang penelitian dan penalaran, mampu menggali ide untuk membuat atau menyusun karya tulis ilmiah, memahami metode kepenulisan karya tulis ilmiah dengan baik, mampu membuat karya tulis ilmiah, dan mampu membuat PkM (Program Kreativitas Mahasiswa). Diasamping kita dilatih cara pembuatan maupun penyusunan karya tulis ilmiah yang baik disini kita juga dibekali jiwa kompetitif dalam lomba karya tulis ilmiah, dan diharap mampu menjuarai lomba karya tulis ilmiah.
Adapun alasan saya memilih SDP Karya tulis ilmiah karena menurut saya pada akhirnya sebagai seorang mahasiswa harus mampu untuk menyusun dan membuat karya tulis yang biasa disebut sebagai skripsi. Dan saya juga menyadari bahwasanya saya masih belum mampu untuk menyusun sebuah karya tulis sesuai struktur pada umumnya saya lebih cenderung menghindar dalam masalah seperti itu. Oleh sebab itu saya berharap dengan saya menjadi salah satu anggota dari SDP karya tulis ilmiah ini dapat membantu saya kedepannya terlebih dalam pembuatan laporan praktikum selama masa perkuliahan saya. Tak hanya itu saya juga berharap dapat menghasilkan atau membuat suatu karya tulis atau inovasi yang nantinya mampu menjadi solusi pada ketimpangan yang sedang terjadi di masyarakat sehingga dengan ini saya dapat berkontribusi langsung kepa masyarakat. Saya juga berharap dengan saya menjadi anggota SDP ini saya mampu mewujudkan salah satu visi UNY yaitu membentuk generasi yang inovatif dengan mengoptimalkan sumber daya alam serta potensi yang dimiliki Bangsa Indonesia secara terampil dan bertanggung jawab penuh guna pencapaian tujuan Indonesia Berdaya.
Kemudian yang menjadi target saya selama menjadi anggota SDP karya tulis ilmiah ini yaitu mampu menghasilkan suatu karya tulis ilmiah yang inovatif. Serta mampu menjalin relasi sebanyak dan seluas mungkinkarena pada akhirnya sebagai seorang mahasiswa juga akan mengabdi dan melayani masyarakat. Adapun jika saya menjadi salah satu bagian dari anggota SDP karya tulis ilmiah ini sebisa mungkin saya akan menjalankan maupun memenuhi berbagai tugas atau program yang sedang saya jalankan dengan artian berkomitmen penuh dan bertanggung jawab .
Untuk pilihan SDP saya yang kedua yaitu SDP public speaking yang diadakan oleh organisasi mahasiswa dari BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) yang merupkan suatu wadah pengkaryaan dalam bidang public speaking. Serta dengan menjadi salah satu anggota SDP Public Speaking ini mampu berbicara dan mengemukakan pendapat dimuka umum secara sistematis dan logis tanpa keraguan dan mantap. Adapun tujuan SDP Ini yaitu agar mahasiswa memiliki kepercayaan diri dan skill public speaking serta dapat mengetahui dan memahami teknik dasar dan strategi public speaking yang baik dan sistematis. Dalam program ini memiliki follow up diantaranya kelas public speaking yang terdiri dari pelatihan MC, moderator, dan orasi, serta adanya simulasi debat melalui MIPA Debate club, serta pengadaan suatu kegiatan diskusi dimana setiap anggotanya mampu mengutarakan pendapat, dan adanya program pembuatan video inspiratif. Adapun output dari program ini yaitu mampu menjadi MC, Moderator, dan Orator baik dalam kegiatan ORMAWA maupun untuk mengikuti perlombaan debat serta dalam hal ini anggota diharapkan mampu berprestasi melalui kemampuan public speakingnya.
Alasan saya memilih SDP public speaking yang pastinya saya ingin mengembangkan kemampuan saya dalam berbicara dimuka umum dengan berani, logis, dan sistematis. Tak hanya itu saya juga menyadari bahwasanya kemampuan public speaking saya masih jauh dari kata bisa, saya sering kurang yakin dan percaya diri dengan informasi maupun materi yang saya bawakan, dan saya pun cenderung menghindar untuk melakukannya, sehingga saya berharap dengan saya menjadi bagian dari SDP public speaking ini saya dapat menumbuhkan arasa kepercayaan diri saya dalam berbicara dimuka umum, tak hanya itu lingkungan baik tercipta dari interaksi antar elemen warganya, sehingga dengan ini dapat menciptakan suatu relasi yang baik dan luas. Adapun yang menjadi target saya ketika menjadi slah satu bagian dari anggota SDP public speaking ini yaitu mampu berbicara maupun mengemukakan pendapat dimuka umum maupun dalam forum diskusi dengan logis, dan sistematis tanpa rasa grogi dan lebih percaya diri akan hal atau materi yang ingin saya sampaikan ketika saya menjadi bagian dari SDP public sepeaking ini sebisa mungkin saya dapat mengikuti dan memenuhi berbagai kegiatan atau program yang sedang berjalan karena pada dasarnya itu semua bertujuan untuk mengembangkan dalam diri saya di bidang public speaking. Dan sebisa mungkin disini dapat menjadikan wadah yang dapat menampung saya dalam pengembangan potensi dalam diri saya.

Resensi Buku "Pembelajaran Berbasis Inkuiri"


                                                         Kondusif, Atraktif, Produktif                                                            Oleh : Zulfa Lutfi Anisa
 Description: PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI  METODE DAN APLIKASI
Identitas Buku :
Judul Buku                  : Pembelajaran Berbasis Inkuiri: Metode dan Aplikasi
ISBN                           : 978-602-229-498-6
Penulis                         : Khoirul Anam, M.A.
Penerbit                       : Pustaka Pelajar
Tahun Terbit                : 2016
Jumlah Halaman          : 210 Halaman
Sinopsis:
                Buku ini dihadirkan untuk membantu siswa maupun mahasiswa dalam proses belajar mengajar dalam basis inkuiri. Adapun yang dimaksud dengan pembelajaran berbasis inkuiri adalah suatu metode pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu baik benda, manusia maupun peristiwa secara sistematis, kritis, logis, analitis. Sehingga dalam hal ini yang ditekannkan bukanlah berupa materi pelajaran yang didengar ketika diucapkan, namun sebuah pendidikan yang memerlukan proses, proses dalam mereka memahami dan menemukan penyelesaian suatu masalah dengan sistematis. Adapun tujuan dari pembelajaran berbasis sistematis ini yaitu untuk mendorong siswa semakin berani dan kreatif dalam berimajinasi, karena kita tahu begitu banyak peneman yang yang bermula dari sebuah imajinasi. Dengan metode dan aplikasi pembelajaran berbasis inkuiri ini diharapkan dapat menciptakan suasana belajar mengajar yang kondusif dan produktif dengan melibatkan siswanya untuk terlibat aktif. Adapun hal yang bisa dilakukan untuk mengetahui efektivitas inkuiri dalam proses pembelajaran, salah satunya dengan mengamati berbagai ciri-cirinya. Dalam metode pembelajaran berbasis inkuiri ini mempunyai berbagai tingkatan berdasarkan peran siswa dan gurunya, serta berbagai prinsip dalam menjalankan pembelajaran berbasis inkuiri dengan memperhatikan strategi yang tepat dan efektif.
                Mengenalkan suatu metode pembelajaran merupakan tantangan tersendiri bagi pengajar namun guru tak selayaknya menjelaskan kepada siswa maupun mahasiswanya mengenai pembelajaran berbasis inkuiri ini dari awal sehingga dalam model pembelajaran ini biarkan siswanya yang merasakan perbedaanya sehingga mereka dapat dengan sendirinya menyesuaikan diri., hal ini dapat dilakukan dengan berbagai langkah yang mengacu pada keaktifan siswanya dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran yang ada. Adapun kunci utama dari kesuksesan metode inkuiri ini terletak pada kerlibatan aktif siswa, hal ini menekankan pada aplikasi nyata yang dapat dirasakan oleh siswa dengan artian metode tersebut membutuhkan pengaplikasian yang nyata dan terarah dari siswa maupun gurunya.
            Sebagai sebuah metode dalam proses pembelajaran, inkuiri memerlukan kondisi-kondisi tertentu yang berfungsi sebagai ‘rumah’ bagi penggunaan dan pengembangan metode ini. Kondisi, dalam konteks ini, adalah situasi yang dibangun sedemikian rupa untuk kelancaran dan efektivitas pembelajaran, juga untuk menciptakan kondisi yang baik bagi aplikasi dan implementasi inkuiri. Pembelajaran berbasis inkuiri (PBI) adalah metode pembelajaran yang berorientasi pada tercapaiya dua hal yaitu kondusif dan produktif dengan penekanan keterlibatan siswa secara aktif, yang dapat dilakukan dengan membangun atau mencipakan kultur inkuiri , yaitu suatu keadaan dimana guru dan siswa dapat secara terbuka meminta dan member pendapat atau tanggapan secara matematis, logis, dan analitis. Dalam mengaplikasikan metode inkuiri ini membutuhkan beberapa langkah atau refleksi pada proses pembelajaran yang harus terlibat didalamnya diantara perencanaan (planning), respon dari siswa (retrieving), memproses (processing), menciptakan (creating), berbagi (sharing), evaluasi (evaluating). Inti dari seluruh rangkaian pembelajaran menggunakan metode inkuiri terletak pada proses refleksi, dimana materi pelajaran, proses pembelajaran, dan seluruh perstiwa dalam proses pembelajaran dapat diinternalisasikan sehingga siswa dapat memahmi arti penting dan makna dari pembelajaran berbasis inkuiri ini. Sehingga siswa dapat memiliki sensitifitas tinggi terhadap materi pelajaran maupun kejadian yang terjadi disekitar mereka.
            Agar proses dan hasil dari pembelajaran sesuai dengan kemauan dan kemampuan peserta didik baik guru maupun siswa, serta memiliki hasil yang maksimal, maka pembelajaran berbasis inkuiri harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada. Adapun ketentuan tersebut meliputi lima tahapan pembelajaran yang kesemuanya harus dilakukan secara berurutan, yakni discovery learning, interactive demonstration, inquiry lesson, inquiri lab, dan hypothetical inquiry. Tak hanya itu hal pertama yang perlu kita perhatikan yaitu menumbuhkan rasa penasaran dalam awal pembelajaran. Adapun strategi memulai pelajaran yang tepat yaitu pertama, membuka dengan cerita, kedua berandai-andai, memberikan pertanyaan kepada peserta didik, dan yang terakhir mengadakan diskusi pemantik. Sebagai metode pembelajaran yang menekankan pada keterlibatan aktif siswa, inkuiri menuntut terciptanya suasana belajar yang bukan hanya kondusif, tetapi juga atraktif, dimana siswanya benar-benar tertarik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, yang dapat dilakukan melalui kegiatan untuk meneliti, berdiskusi, dan presentasi.
            Meskipun metode pembelajaran berbasis inkuiri memberikan gambaran dan panduan tentang pola pendekatan dan aktivitas belajar yang menyenanagkan dan kontraktif, namun tidak dapat dipungkiri bahwa metode ini juga memiliki sisi lemah, dimana peserta didik tidak hanya ditekankan untuk mempunyai bekal rasa ingin tahu namun juga perlu kedisiplinan dan determinasi tinggi untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Sehingga sebagai seorang pendidik kita dapat melakukan beberapa cara untuk mengatasi permasalahan tersebut diantaranya dengan memotivasi dan determinasi peserta didik, melakukan pemahaman yang baik terhadap teknik investigasi, membantu siswa untuk terlebih dahulu memahami materi pembelajaran, membuat manajemen aktivitas tidak terduga terlebih ketika siswanya tida merasa tertarik dengan proses pembelajaran yang sedang berlangsung, hal yang dapt dilakukan diantaranya, berusaha mengalihkan perhatian penuh siswa kepada pendidik, serta memberikan variasi untuk mengubah suasana dan aura belajar untuk mengatasi kebosanan peserta didik, agar selalu tekun, dan penuh pertisipasi.
Kelebihan
            Buku yang berjudul “Pembelajaran Berbasis Inkuiri” ini sangat membantu seorang pendidik untuk menciptakan kondisi kelas yang kondusif sekaligus produktif dengan menggunakan metode pembelajaran yang menekannakn pada keaktifan siswanya. Tak hanya itu buku ini juga dilengkapi beberapa tips menanggulangi kegagalan dalam penerapan metode pembelajaran baru ini. Bahasa juga mudah dipahami serta kalimat yang tidak terlalu berbelit sehingga terkesan sangat informatif.
Kekurangan
            Adapun kekurangan dalam buku ini yaitu terdapat beberapa istilah yang kuarang umum dimengerti khalayak umum sehingga perlu mencari srtinya terlebih dahulu sebelum memahami bacaannya.